“Saya grogi karena berhadapan langsung dengan Bapak Presiden. Saya tiba-tiba dikasih mic, dan akhirnya ada yang terlewat,” ujar Santiko, Rabu (23/7/2025).
Imbas kesalahan ucap itu sangat serius. Pihak Pondok Pesantren Sunan Drajat menarik semua dukungan, termasuk seluruh sembako dari toko KDMP. Bahkan, papan nama toko bergambar Presiden Prabowo pun ikut diturunkan.
“Support kita dari Pondok Pesantren Sunan Drajat. Karena miss komunikasi itu, pihak pesantren menarik semua barang dari toko,” kata Santiko.
Warga yang merekam momen penutupan toko membagikannya ke media sosial. Dalam video viral tersebut, tampak pekerja menurunkan papan nama koperasi dan mengeluarkan sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng dan sabun dari dalam toko.
Kejadian ini langsung menuai reaksi luas dari netizen dan menimbulkan sorotan terhadap efektivitas program koperasi desa.