"Ya, aku melihatnya," balas Kikin parau. "Aku juga," jawab Rinu pelan. Mereka berjalan setengah berlari meninggalkan pancuran itu.
Esoknya, si senja hari, Badi bersiap pergi ke surau untuk mengaji. Di perjalanan, dia bertemu Kikin dan Rinu. Sepertinya, mereka juga akan berangkat ke surau. Namun, ada gulungan jala di tangan Kikin. "Ayo, ikut kami ke pancuran," ajak Rinu. Badi mendadak merinding teringat sosok putih kemarin.
"Kita akan menangkap hantu pancuran kemarin itu," jelas Rinu tenang. Dia menunjuk jala di tangan Kikin.
"Tapi kita akan terlambat mengaji lagi. Ustaz Hamid akan menegur kita lagi," tolak Badi halus. Kemarin, gara-gara telat datang, mereka kena marah. "Tidak apa-apa. Paling penting kita harus membuktikan bahwa hantu itu tidak ada,"
jelas Rinu menyakinkan Badi. "Ayo, jangan jadi penakut," kata Kikin. Akhirnya, Badi mau juga bergabung dengan Kikin dan Rinu.