“Ayahmu adalah Ki Ageng Salokantara,” jawab Endang Sawitri.
Sang naga kemudian menemui nama yang disebutkan ibunya. Namun, Ki Ageng Salokantara menolak mengakui naga tadi sebagai anaknya. Ki Ageng Salokantara hanya mau mengakui sang naga sebagai anaknya kalau wujudnya sudah berubah menjadi manusia.
“Bagaimana cara agar aku bisa berwujud manusia?” tanya sang naga yang saat itu diberi nama Baru Klinting.
“Bertapalah dengan melingkari Gunung Telomoyo. Saat tubuhmu mampu melingkari Gunung Telomoyo. Saat itulah kamu akan dapat berubah wujud menjadi manusia.”
Baru Klinting segera menuruti perintah Ki Ageng Salokantara. Seiring berjalannya waktu tubuh Baru Klinting semakin besar dan semakin memanjang. Suatu hari ketika Baru Klinting sedang menjalankan tapanya. Tiba-tiba ada seorang pemburu yang menancapkan tombaknya secara tidak sengaja ke tubuh Baru Klinting.
Sontak saja saat tombak itu diangkat darah segera mengucur. Saat tahu bahwa tombaknya telah menancap pada tubuh seekor ular raksasa. Sang Pemburu langsung memotong-motong tubuh Baru Klinting.