Kabar buruknya, perempuan itu terbangun saat para prajurit akan melakukan rencananya. Calonarang pun murka, matanya seolah keluar, gigi taringnya memanjang menakutkan. Perempuan itu mengeluarkan api dari mulutnya, hingga para prajurit pun mati.
Itulah, asal-usul cerita Leak dari Bali yang terkenal sekaligus menyeramkan. Sampai kini masyarakat Bali pun percaya bahwa Leak masih berkeliaran mencari tumbal berupa mayat, organ tubuh manusia yang masih hidup, dan darah bayi dari wanita hamil.
Dahulu di Jawa Tengah, terdapat seorang raja bernama Prabu Sri Mahapunggung atau Bathara Srigati di Kerajaan Medang Kamulan. Prabu Sri Mahapunggung memiliki seorang putri bernama Dewi Sri. Putri ini diyakini sebagai titisan neneknya, Bathari Sri Widowati. Selain cantik, Dewi Sri juga cerdas.
Dewi Sri dikenal sebagai dewi padi, sedangkan adiknya Sadana sebagai dewa hasil bumi seperti umbi-umbian, kentang, sayuran, dan lainnya. Suatu ketika, Prabu Sri Mahapunggung mengutuk Dewi Sri menjadi ular sawah dan Sadana menjadi burung sriti karena sudah pergi dari rumah tanpa izin sang Prabu.
Karena merasa lelah, Dewi Sri yang menjelma sebagai ular sawah tiba di Dusun Wasutira dan tidur melingkar di lumbung padi miliki seorang penduduk bernama Kyai Bhikkhu. Setelah ditemukan oleh Kyai Bhikkhu, ular sawah tersebut kemudian dirawat olehnya.