"Acara berlangsung aman dan penuh suasana kekeluargaan. Namun setelah kegiatan selesai dan memasuki dini hari terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antar beberapa anggota di lapangan," katanya.
Menurut Kombes Henry, personel yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat. Upaya itu dilakukan agar situasi tidak berkembang lebih luas.
Meski insiden ini menyita perhatian publik, Polda NTT dan Kodam IX/Udayana menegaskan hubungan TNI dan Polri di NTT tetap solid. Peristiwa tersebut disebut tidak mengganggu sinergitas kedua institusi.
"Hubungan persaudaraan, kekompakan, dan sinergitas TNI-Polri tetap terjaga dengan sangat baik. Kami terus berkoordinasi secara intensif untuk menyelesaikan persoalan ini secara bijaksana dan profesional," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat bersama jajaran Kodim terus melakukan pemantauan dan komunikasi aktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan di Labuan Bajo tetap kondusif.
Polisi juga memastikan kenyamanan masyarakat dan wisatawan tetap menjadi perhatian. Labuan Bajo merupakan destinasi super prioritas yang aktivitas publiknya harus tetap berjalan aman.
Hingga berita ini dinaikkan, tim gabungan masih memeriksa sejumlah pihak. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap, motif, dan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden empat anggota Brimob ditikam di Labuan Bajo.