Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia (persero) membawa 20 ABK. Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda. Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman.
Misi Satgas Merah Putih menyelamatkan 20 WNI, membawa kembali atau membebaskan kapal Sinar Kudus, dan melanjutkan pelayaran ke Eropa seperti rencana sebelum dibajak dengan pengawalan TNI.
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan, operasi di laut tidak mudah karena memang laut bukan habitat normal manusia yang hidup di darat.
"Mengingat laut bukan habitat normal kita, habitat normal kita ya di darat ini. Mungkin di darat jago, kuat, tapi begitu ke laut, begitu naik sea rider atau speed boat, ombak gede sedikit langsung dia mabuk," ujar Suhartono di kanal YouTube resmi Puspen TNI pada 2020 lalu, dikutip iNews.id, Senin (6/12/2021).
Dengan kemampuan tersebut, pasukan berhasil melaksanakan operasinya. TNI berhasil merebut kembali Kapal MV Sinar Kudus dari para perompak Somalia dan melumpuhkan para teroris itu. Dalam operasi pada 1 Mei tersebut, empat perompak Somalia tewas. TNI juga menyita sejumlah barang bukti seperti amunisi dan GPS.