3 Dokter Magang Meninggal Dalam Sebulan, Kemenkes Bantah Terjadi Overwork

Annastasya Rizqa
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah banyak dokter magang meninggal akibat kelebihan beban kerja alias overwark. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Kasus banyak dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) meninggal pada Februari dan Maret 2026 menjadi perhatian publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah kejadian tersebut akibat kelebihan beban kerja alias overwark. 

Penegasan ini disampaikan berdasarkan hasil penelusuran Kemenkes untuk memastikan aspek keselamatan, kesejahteraan, dan kondisi kerja dokter secara nasional.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kemenkes, dr Yuli Farianti menjelaskan identifikasi kronologi telah dilakukan bersama Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat, KIKI Provinsi, serta dokter pendamping.

Hasilnya menunjukkan setiap kasus memiliki kondisi medis yang berbeda, yakni campak dengan komplikasi jantung dan otak, dugaan anemia, serta demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi syok (Dengue Shock Syndrome).

“Total waktu kerja tidak lebih dari 48 jam per minggu dan izin istirahat telah diberikan sesuai ketentuan. Saat dirujuk ke fasilitas kesehatan, kondisi sudah berada pada fase lanjut perjalanan penyakit,” ujar dr Yuli dalam jumpa pers daring, Senin (30/3/2026).

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hamil Terlalu Dekat Ternyata Berbahaya, Dokter Ungkap Alasannya! 

57 tahun lalu

Minum Air Terlalu Banyak saat Marathon Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Demam Marathon Melanda! Dokter Ungkap Pentingnya Mineral bagi Pelari

57 tahun lalu

Jus Labu Bantu Pemulihan setelah Oplas Lebih Cepat, Mitos atau Fakta?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal