Oleh karena itu, kawan-kawan, kita harus belajar giat dan bekerja keras. Kita tidak perlu membesar-besarkan perbedaan kita. Justru sebaliknya, kita harus memperbesar persamaan kita. Darah kita sama-sama merah. Tulang kita sama-sama putih dan kita juga mempunyai tekad sama, yaitu menjaga tetap tegaknya bendera kita merah putih sebagai lambang kejayaan bangsa kita.
Sekian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum wr. wb. Yang kami hormati Bapak Kepala Sekolah, yang kami hormati Bapak Wali Kelas, bapak dan ibu guru dan juga teman-tema yang saya cintai.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga pada kesempatan yang baik ini kita dapat berkumpul. Tidak lupa, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya, juga kepada para tabi'it dan tabi'atnya.
Sebelumnya, marilah kita sebagai generasi penerus merenungi kembali makna dari Sumpah Pemuda dengan jiwa dan semangat kebangsaan, serta rasa sosialisme yang tinggi. Tapi apakah ikatan kita sebagai sebuah bangsa sudah kuat dan kokoh? Ini perlu jadi renungan para tokoh bangsa. Ketika Tanah Air ini aman-aman saja, apakah semangat nasional jadi luntur, semangat kebangsaan kita ikut menjadi pudar?
Bapak/Ibu juga teman-teman sekalian, sudah bukan rahasia umum kalau kebangkitan dan kemerosotan sebuah bangsa dipengaruhi oleh semangat pemuda-pemudanya di setiap negara. Ada banyak sejarah yang membuktikan ketika kekuatan para pemuda yang bersatu-padu dapat menggulingkan kekuasaan yang sangat kokoh sekali pun.