Kendati demikian, Prasetyo mengatakan peristiwa ini tidak bisa langsung disimpulkan akibat proses latihan yang terlalu berat.
"Ya belum dong, belum berat. Wong baru hari pertama, hari kedua," pungkasnya.
Diketahui, tiga calon manajer KDKMP dan KMNP 2026 meninggal saat mengikuti latsarmil. Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan ketiga peserta tersebut meninggal karena penyebab berbeda.
Karo Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo menjelaskan peserta dengan nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal akibat sakit tuberkulosis (TBC).
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Novia telah mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan satuan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr Esnawan Antariksa pada Senin (22/6/2026).
Selain itu, dua orang peserta latsarmil adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka meninggal dunia pada 17 dan 18 Juni lalu.
Anisa sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan hingga dirujuk ke rumah sakit. Berdasar keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.
Sementara, peserta bernama Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit karena cardiac arrest atau henti jantung.