Cello banyak digunakan dalam sebuah pertunjukan musik klasik atau sebuah orchestra. Bentuk serta cara memainkannya mirip dengan biola, namun ukurannya jauh lebih besar.
Harpa dimainkan dengan cara dipetik, hampir sama dengan gitar.
Sedangkan contoh alat musik harmonis tradisional yaitu:
Angklung merupakan alat musik harmonis tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Setiap angklung memiliki nada yang berbeda-beda, maka dari itu angklung dimainkan secara bersama-sama untuk menghasilkan harmoni.
Kolintang dimainkan dengan cara dipukul dengan dua atau tiga tongkat kayu secara bersamaan. Berasal dari Sulawesi Utara, kolintang sering digunakan dalam sejumlah pertunjukan daerah.
Memiliki bentuk yang hampir sama dengan gitar, gambus juga dimainkan dengan cara dipetik. Namun, apabila gitar memiliki 6 senar, gambus biasanya memiliki 3 sampai 12 senar.
Alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini, merupakan alat musik dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Jumlah senar sasando adalah 25 sampai 58 senar.