Tiba-tiba pintu kelas ditotok oleh seseorang. Ketika bu guru membukanya, ternyata yang datang adalah Pak Imron, yang tidak lain yakni Pamannya Andre, adek kandung dari ibunya.
“Tok..tok..tok..” suara ketukan pintu berbunyi.
“Iya, silakan masuk..” sambut Bu guru.
“Permisi bu, saya izin menjemput Andre untuk membawanya pulang..” ucap Pak Imron.
“Ada persoalan apa ya pak…?” Tanya bu guru.
“Begini bu, keluarga Andre baru saja mengalami musibah, rumahnya kebakaran dan semuanya habis dimakan api. Untungnya tidak ada korban jiwa sedikitpun..” sambung Pak Imron.
Tiba-tiba seisi kelas panik bercampur sedih, dan aku melihat wajah Andre tampak kesedihan yang begitu mendalam. Kemudian bu guru mengizinkan Andre untuk pulang.
Ketika bel pulang berbunyi, aku menghimbau seluruh teman sekelas untuk jangan pulang dulu. Aku mengajak mereka semua untuk melakukan penggalangan dana kepada seluruh lapisan guru dan siswa/i di sekolah mulai besok.