3. Christian Snouck
Snouck adalah salah satu cendekiawan barat pertama yang menyusup ke budaya Islam dan bergabung dengan ziarah ke Mekah. Tindakannya itu memungkinkannya mengumpulkan banyak informasi. Dengan nama samaran "Haji Abdul Ghaffar", ia menggunakan pengetahuannya tentang budaya Islam dan Aceh untuk memadamkan perlawanan Muslim Aceh di Hindia Belanda.
4. Alfred Redl
Jika pengkhianatan dihitung dengan angka, maka pejabat militer Austria Alfred Redl adalah pemenangnya. Sebelum dan setelah Perang Dunia I, Redl bekerja sebagai mata-mata bagi militer Rusia dan dia menjual rahasia-rahasia tentara Austria. Redl membocorkan rencana Austria menginvasi Serbia kepada Rusia, yang kemudian oleh Rusia dijual kepada Serbia.
Dia terus mengkhianati negerinya dengan cara mensuplai informasi yang salah tentang kekuatan militer Rusia dan menjerumuskan mata-mata Austria ke tangan musuh. Perbuatannya tersebut menyebabkan setengah juta orang Austria tewas.
5. Brutus dan Caesar
Kekuasaan tirani Kaisar Romawi Julius Caesar berakhir sangat getir ketika keponakannya sendiri, Marcius Junius Brutus terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap dirinya. Brutus bergabung dengan Senat Romawi ketika revolusi melawan Caesar mencapai puncaknya.
Meski ada protes dari istrinya, namun Brutus tetap bergabung dengan sekelompok senator yang tidak setia menyerang Caesar dengan kejam. Pengkhianatan yang sangat keji itu kemudian hari menjadi subjek dari sebuah drama kecil karya Shakespeare.