Pertemuan antara dunia manusia dan binatang menjadi ciri yang dapat ditemui dalam contoh teks hikayat ini. Diceritakan bahwa seorang kakek yang baik hati sedang berada di sebuah hutan belantara yang tidak jauh dari rumahnya. Kakek itu dikejutkan dengan seekor ular yang ketakutan karena sedang diburu oleh tiga orang pemuda desa.
Setelah mengetahui keadaan si ular yang dalam bahaya. Kakek ini berupaya menyelamatkan ular dengan cara menyuruhnya masuk ke dalam mulutnya. Namun, setelah si ular berhasil selamat dari kejaran tiga pemuda desa. Ular itu justru berbalik ingin membunuh kakek bijaksana.
Kakek merasa ditipu oleh si ular licik pun berdoa kepada Tuhan agar bisa selamat dari tipu daya ini. Kakek meminta ular, sebelum membunuhnya agar mengantar kakek ke sebuah pohon si suatu tempat agar kematiannya tidak diketahui keluarga. Ajaib, di pohon itu kakek mendapat petunjuk untuk memakan daun dan berhasil selamat dari ular.
Alkisah di sebuah kerajaan ada dua orang ibu yang sedang menghadap baginda raja untuk mendapatkan keadilan. Masalah yang dihadapkan oleh dua ibu itu sama, yakni berebut hak asuh atas seorang bayi. Sebenarnya kasus mereka sudah ditangani hakim istana tetapi tidak menemukan jalan temu karena keduanya sama ingin memiliki penuh bayi itu.
Hanya rajalah yang dinilai mampu memberikan kebijaksanaan atas masalah yang pelik itu. Raja yang arif pun memberikan sebuah intruksi yang sangat mengejutkan. Raja bertitah kalau lebih baik bayi itu dibagi menjadi dua bagian agar masing-masing mendapat bagian yang adil.