Burung Cendrawasih dalam hikayat dijelaskan sebagai makhluk pilihan yang makan hanya dengan embun Syurga. Sehingga jika burung ini terbang turun dan menapakkan kaki ke bumi maka akan kehilangan kemampuan bertahan hidup dan akhirnya mati. Syahdan, hal ini membuat burung ini jarang sekali dimiliki oleh siapapun.
Masih dari kawasan Timur Tengah, juga berkembang sebuah kisah hikayat 1001 malam yang sangat populer bernama Abu Nawas. Kisah ini bahkan penobatan Abu Nawas sebagai cendekia konyol yang paling cerdik di dunia. Tokoh Abu Nawas yang selalu selamat dari jebakan yang dialamatkan padanya menjadikannya idola banyak kaum kecil.
Ini merupakan dongeng hikayat yang hidup dan berkembang di masyarakat Jawa. Kisah ini bermula dari seorang perempuan bernama Mbok Rondho Dadapan yang tinggal sebatang kara. Mbok Rondho ini mengadakan perjanjian dengan seorang Buto Ijo untuk memiliki anak. Buto Ijo mengabulkan permintaannya, memberi anak mbok rondo dari dalam timun.
Contoh teks hikayat yang berikutnya mengambil tema tentang binatang, yakni hikayat burung Cendrawasih. Hikayat ini berisi tentang kisah mengenai burung Cendrawasih yang konon merupakan burung yang berasal dari Syurga. Kabarnya burung-burung yang memiliki sayap indah ini dulu tinggal bersama para wali Allah.
Burung Cendrawasih dalam hikayat dijelaskan sebagai makhluk pilihan yang makan hanya dengan embun Syurga. Sehingga jika burung ini terbang turun dan menapakkan kaki ke bumi maka akan kehilangan kemampuan bertahan hidup dan akhirnya mati. Syahdan, hal ini membuat burung ini jarang sekali dimiliki oleh siapapun.