Dari beberapa pendapat tersebut, dapat diambil garis tengah bahwa kegiatan ekstrakurikuler pasti diadakan oleh setiap instansi pendidikan. Hal ini tentu bukan tanpa alasan dan tujuan. Para siswa boleh memilih untuk ikut atau tidak dalam kegiatan tersebut. Namun, alangkah baiknya, siswa memanfaatkan wadah ini untuk mengeksplorasi diri mereka sehingga memiliki kualitas yang bagus, baik sisi akademik maupun non akademik.
Tidak diragukan lagi media sosial sekarang menjadi bagian dari gaya hidup di era informasi. Kita dapat melakukan berbagai hal menggunakan media sosial, baik positif maupun negatif.
Namun secara umum, jejaring sosial digunakan untuk memenuhi kebutuhan sosial orang, yaitu untuk berkomunikasi dengan orang lain, baik dengan orang terdekat maupun dengan orang dari belahan dunia lain. Karena kebutuhan sosial ini, banyak orang sekarang memiliki akun media sosial sebagai sarana komunikasi.
Salah satu lingkaran yang juga sering menggunakan jejaring sosial adalah siswa. Ini masih diskusi, mengingat banyak manfaat menggunakan media sosial di kalangan siswa, seperti meningkatkan kreativitas dan membantu proses pembelajaran.
Namun di sisi lain, media sosial juga memiliki dampak negatif, yang salah satunya sering digunakan sebagai sarana bullying atau melecehkan siswa lainnya. Tentu saja, kita sering mendengar atau melihat di media bahwa ada sekelompok siswa yang menganiaya teman-teman mereka. Pelecehan terjadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dunia maya.