“Kamu kenapa De, kok panik? Ujiannya susah ya..?” Tanyaku.
“Bukan itu masalahnya Mad, ini gawat. Aku salah daftar, aku pikir ujian pertama ini Ekonomi, ternyata Geografi. Aduh,,, aku menyesal udah belagak sombong karena gak mau nyatet daftar ujian..” keluhnya.
“Nah, tu kan, apa aku bilang kemaren juga apa, kamu sih sombong gitu, sekarang baru nyesal. Yaudah nih daftarku, catat aha sekarang sebelum masuk ujian berikutnya..” tutupku.
Dede pun meminta maaf dan menyesali kecerobohannya. Karena akibatnya, dia memprediksi ujian pertama ini nilainya akan jelek, karena tidak ada belajar sedikitpun.
Demikianlah uraian terkait dengan contoh cerpen singkat tentang sekolah, yang mengandung berbagai pesan moral, semoga dapat menjadi acuan dalam membuat cerpen.