"Apalagi tadi di depan ada truk yang baru datang membawa stok beras yang diimpor mungkin antara Vietnam, Thailand atau Pakistan. Jadi artinya kombinasi produk dari lokal termasuk juga cadangan dari impor kelihatannya tidak perlu kita khawatirkan karena cukup sampai mungkin bulan-bulan ke depan, Insya Allah sampai lebaran cukup," ungkapnya.
Dedie menambahkan, ada tiga jenks beras impor yakni dari Pakistan, Thailand dan Vietnam. Ketiganya pun memiliki kualitas yang layak untuk masyarakat.
"Saya gak tahu kalau komposisinya, yang tahu Bulog, tetapi ketiganya menurut saya masih dalam konteks yang layak. Mungkin ada hal-hal lain di luar itu mungkin setelah keluar dari gudang Bulog, kita nggak tahu yah, apakah dioplos atau ada kejahatan itu diluar tanggungjawab kita juga Bulog," terangnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Wilayah Cabang Bulog Dramaga Yanto Nurdiyanto juga mengatakan bahwa stok beras di gudang Bulog Dramaga masih aman. Stok yang ada sekarang kurang lebih 6.000 ton.
"Disamping itu masih ada juga rencana pengiriman dari Bulog cabang di luar Bogor, kemudian ada juga yang proses masuk dari Patiban langsung. Turnover stok di cabang Bogor ini memang sangat cepat kerana kapasitas gudang itu pas, dalam arti nanti mungkin akan ada lagi penambahan kapasitas gudang selain di Dramaga. Insyaallah kami sedang mencarinya dan Alhamdulillah supporting dari pak Wakil ada juga lokasi boleh dipakai untuk gudang Bulog pinjam pakai," ucap Yanto.
Kata dia, Bulog Dramaga memiliki target penyaluran pangan ke tiga daerah yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang perbhlan mencapai 5.700 ton dan target SPHP sekitar 1.300 ton.
"Kadi seperti pak wakil sampaikan betul SPHP itu untuk penyaluran ke titik pasar tradisional maupun ritel modern. Jadi kurang lebih sebulannya menyalurkan 7.000 ton (beras)," pungkasnya.