Selanjutnya, untuk indikator ekonomi, pemulihan ekonomi Jakarta sudah terlihat sejak tahun 2021, meskipun masih dibayangi oleh pandemi Covid-19. Peningkatan aktivitas masyarakat dan penguatan kinerja perekonomian global mendorong peningkatan perekonomian Jakarta.
"Program percepatan vaksinasi dan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional turut berperan dalam memperkuat perekonomian Jakarta," ujarnya.
Ariza mengatakan pada tahun 2021, perekonomian Jakarta tumbuh ekspansif sebesar 3,56 persen setelah tahun sebelumnya terkontraksi sebesar 2,39 persen. Dari sisi pengeluaran, permintaan agregat meningkat, baik domestik maupun luar negeri.
Peningkatan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT), Ekspor, dan Impor. Kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Investasi dan Total Ekspor tercatat membaik pada tahun 2021.
"Di mana masing-masing tercatat tumbuh positif sebesar 3,63 persen, 1,09 persen, dan 11,26 persen. Sementara itu, Konsumsi Pemerintah tercatat tumbuh sebesar 9,73 persen. Sedangkan, impor tercatat tumbuh 12,45 persen dan menjadi komponen yang menahan perekonomian DKI Jakarta untuk tumbuh lebih tinggi," tuturnya.