Korban mengaku awalnya sempat mengira kontak fisik yang terjadi akibat kondisi kereta yang berdesakan. Namun, ia kemudian merasa ada tindakan yang tidak wajar dari seorang pria di belakangnya.
Korban mengungkap pria tersebut diduga sengaja menempelkan tubuhnya sambil melakukan tindakan yang membuatnya tidak nyaman. Saat mencoba memastikan dengan membuka kamera ponselnya, ia mengaku sempat melihat pantulan wajah pria tersebut di layar.
Menurut pengakuannya, pria itu bahkan sempat berbicara kepadanya sambil terus melakukan kontak fisik yang tidak pantas. Korban mengaku sempat tidak mampu bereaksi karena merasa kaget dan takut.
Situasi baru berubah ketika korban akhirnya memberanikan diri merekam kejadian tersebut menggunakan ponselnya dan berteriak meminta bantuan. Beberapa penumpang lain kemudian membantu menjauhkan korban dari pria yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual.
Namun korban menyayangkan bahwa dirinya saat itu yang justru diminta turun dari kereta oleh beberapa orang di dalam gerbong, padahal ia sedang terburu-buru menuju tempat kerja. Tapi, permintaan itu ditolak korban.