Dari hasil penyelidikan diketahui, senjata air soft gun yang dibawa pelaku ternyata sudah tidak berfungsi. Sedangkan kejiwaannya yang terganggu dilatarbelakangi masalah rumah tangga, di mana istrinya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) telah bercerai sejak 7 tahun silam.
"Istrinya yang WNA, jadi sudah bercerai. Itu yang jadi penyebab psikologinya terganggu," katanya.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika diketahui pelaku tak memiliki gangguan kejiwaan, maka polisi menjeratnya menggunakan Pasal 368 tentang pengancaman disertai kekerasan dengan hukuman 8 tahun penjara.