Lantas sambil menodongkan senjata, pelaku meminta resepsionis hotel memasukkan seluruh uang di laci ke dalam tas.
Selanjutnya, SDA keluar hotel sambil melepas jaketnya agar tak dikenali. Namun sayang, dia akhirnya berhasil diamankan.
Akibat terpancing emosi, warga di lokasi sempat memberi bogem mentah kepada pelaku."Informasi yang kita dapat, dan info yang kita gali. Dia (pelaku) datang ke tempat tersebut memang ingin konsul atau check up ke dokter yang ada di rumah sakit dengan menggunakan kendaraannya sendiri. Setelah kita melakukan penangkapan, kita mendapat keterangan dari tersangka dan keluarganya, memang yang bersangkutan ini mengalami gangguan kejiwaan," kata Muharam.
Polisi tak begitu saja memercayai alasan kondisi kejiwaan pelaku. Oleh sebab itu, masih dilakukan penyelidikan mendalam soal motif pelaku yang mengaku jika aksinya malam tadi disebabkan kondisi kejiwaan yang terguncang.
"Dari pihak keluarga yang sudah datang, sudah kita minta keterangan. Memang yang bersangkutan sudah 7 tahun ini rutin mendatangi psikiater. Namun di sini kita juga harus tetap membuktikan, dari surat-menyurat, dari keterangan medis yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan," katanya.