“Atas nama rektor, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada korban atas situasi dan kondisi yang terjadi,” ujar Agus.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur Deni Mahdiana menyampaikan pihaknya telah menawarkan kepada pihak korban pendampingan psikologis melalui layanan profesional yang tersedia.
“Kami sudah menawarkan bantuan, termasuk akses ke psikolog klinis untuk menangani trauma korban. Namun, komunikasi terakhir memang berhenti setelah kami menyampaikan hasil pemeriksaan,” kata Deni
Di samping itu, Deni mengungkapkan ada informasi yang kurang tepat terkait insiden tersebut. Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 2021 dan melibatkan pihak yang saat ini berstatus alumni.
“Ada pemberitaan yang kurang tepat, seolah-olah kejadian terjadi pada 2023. Padahal kejadiannya tahun 2021 dan laporan baru disampaikan pada bulan Februari 2026 ,” jelasnya.
Dia juga mengatakan pihaknya telah menerima informasi bahwa pihak korban berencana melayangkan somasi sebagai langkah lanjutan. Menanggapi hal itu, Deni mengatakan pihaknya terbuka dan akan menghormati setiap proses yang ditempuh.