Ayu menuturkan, penguatan layanan juga difokuskan pada titik-titik strategis, di antaranya Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, dan Terminal Pulo Gebang.
"Di lokasi tersebut, Transjakarta memastikan ketersediaan armada yang lebih tinggi dari hari biasa, sekaligus mempercepat headway untuk menghindari kepadatan penumpang," katanya.
Selain penguatan integrasi, Transjakarta juga tetap mengoperasikan layanan 24 jam pada koridor utama seperti Koridor 2 (Pulo Gading-Monas, 4 (Pulo Gadung-Galunggung), 5 (Kp Melayu-Ancol), 11 (Kp Melayu-Pulo Gebang dan 14 (JIS-Senen)
Secara khusus, penambahan 11 unit armada di Terminal Pulo Gebang pada 25-27 Maret 2026 dilakukan sebagai respons terhadap puncak arus balik.
"Dengan strategi ini, Transjakarta menegaskan perannya sebagai tulang punggung transportasi perkotaan yang terintegrasi, khususnya dalam momentum mobilitas tinggi seperti arus balik Lebaran," ujar Ayu.