TBM 1 pada paket CP202 membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter, serta terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter. Dalam prosesnya, mesin berdiameter sekitar enam meter itu melakukan crossing di bawah kanal yang berada di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan penyelesaian penggalian terowongan jalur arah utara menjadi tonggak penting dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A.
"Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta,” ujar Weni, dikutip Sabtu (11/6/2026).
“Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal," sambungnya.
Saat ini, tim konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor masih menyelesaikan pembangunan terowongan arah selatan (southbound tunnel) dari Kota menuju Bundaran HI. Seluruh terowongan Fase 2A lintas utara-selatan ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026.
Hingga 25 Juni 2026, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 61,8 persen. PT MRT Jakarta menargetkan segmen 1 Bundaran HI–Monas dapat selesai dan beroperasi pada akhir 2027, sedangkan segmen 2 yang menghubungkan Monas hingga Kota ditargetkan beroperasi pada akhir 2029.