Ia berharap DPR dapat mempertemukan para pedagang dengan pihak pemerintah agar solusi yang berimbang bisa dicapai. Rifai menilai isu thrifting kerap menjadi pembahasan nasional, tetapi sampai kini belum ada kebijakan jangka panjang yang benar-benar menyelesaikan persoalan tersebut.
"Artinya kita harus cari solusi, jadi jangan tiap hari ini jadi bancakan, tiap hari kita jadi isu Pak. Jadi thrifting ini sangat seksi sekali untuk dinaikkan jadi isu," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa para pedagang kini berada pada periode krusial, mengingat meningkatnya permintaan menjelang Natal, Tahun Baru, Ramadan, dan Lebaran.
Selain itu, ia meminta pemerintah memberikan kebijakan sementara agar pedagang tetap bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat.
"Ini momen-momen yang ditunggu sebenarnya. Tapi di saat yang bersamaan Bapak Menteri kita yang terhormat Purbaya itu melarang. Artinya dengan melihat situasi sekarang stok barang, ya mungkin hanya sampai bulan 12 itu sudah enggak bisa lagi," ungkap Rifai.
"Jadi ya kembali lagi Pak, jadi situasi ekonomi kita sudah sulit, ya tolong dong. Artinya apa solusi minimal, jangka pendeknya dulu, baru kita bicara jangka panjangnya seperti apa," tandasnya.