Sejarah Stasiun Manggarai, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sindonews
Stasiun Manggarai jadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan (Foto : Antara)

JAKARTA, iNews.id - Stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun tersibuk di Jakarta. Setiap harinya, puluhan ribu penumpang lalu lalang di stasiun tersebut. 

Sejak 25 September 2021, Stasiun Manggarai mengoperasikan jalur layang (elevated track) untuk KRL Bogor Line. Pada lantai 2 bangunan baru, jalur 10, 11, 12, dan 13, difungsikan untuk melayani naik/turun pengguna KRL relasi Bogor/Depok-Jakarta Kota PP.

Namun ternyata, Stasiun Manggarai juga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan kemajuan transportasi kereta api di Indonesia.

Stasiun Manggarai memang mulai dibangun pada 1914 oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt atau setelah 41 tahun pembangunan jalur KA Batavia (Jakarta Kota)–Buitenzorg (Bogor) 1869-1873. Saat pembangunan jalur KA Batavia-Buitenzorg, tak ada rencana pembangunan stasiun/ atau halte di Manggarai.

Ketika itu yang ada Stasiun Boekitdoeri (Bukit Duri) yang dibuka pada 1908 (bukan Dipo Bukit Duri). Saat ini lokasinya 400 meter di selatan Stasiun Manggarai. Stasiun Manggarai baru direncanakan dibangun setelah perusahaan kereta api Negara, Staatssporwegen (SS) menguasai jaringan kereta api di Jakarta pada 1913.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
5 hari lalu

Proyek LRT Jakarta Manggarai-Dukuh Atas Mulai Dibangun 2027, Operasional Ditargetkan 2028

19 hari lalu

Pramono Targetkan LRT Jakarta Tembus Dukuh Atas Akhir 2028

2 bulan lalu

Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia

2 bulan lalu

Pramono Putuskan Perpanjang Jalur LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, Telan Anggaran Rp2,7 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal