"Sejak tanggal 2 Februari anak sy dihajar, dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendang, diludahi bergantian, badannya disundut dengan rokok, dipukul pakai kayu dari belakang, dihajar bagian perutnya dan ditonton banyak orang."
Tak berhenti di hari itu, kekerasan terhadap anaknya berlanjut beberapa hari kemudian. Selain dihajar, tangan anaknya juga dibakar dengan korek api. Para pelaku juga memvideokan aksi perundungan dan penganiayaan itu.
"Masih banyak lagi yang gak bisa saya sebutkan dan berlanjut ke part 2 sebelum pemilu, dihajar lagi, dan dibakar tangannya pake korek api yang dipanasin dan tololnya mereka videokan," tulisnya.
Lalu, mengapa korban tidak melawan? Simak alasannya di halaman berikut
Ibu korban menjelaskan, anaknya tidak melawan saat dihajar karena para pelaku mengancam akan menganiaya adiknya yang masih duduk di kelas 6 SD.
"Kenapa anak saya tidak bisa melawan, karena diancam kalo lapor dan melawan adiknya yang kelas 6 SD akan dianiaya juga, akan dilecehkan dan bahkan mengancam membunuh," tulisnya.