Dia menjelaskan, pembangunan Flyover Latumenten bertujuan menghilangkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api, mempercepat waktu tempuh masyarakat melalui pemisahan arus kendaraan dan perjalanan kereta api, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui aksesibilitas yang lebih efisien.
“Tentunya keberadaan flyover ini juga akan memudahkan perpindahan pengguna moda transportasi dengan adanya TOD Stasiun Grogol dengan Halte Transjakarta atau Jaklingko maupun transportasi umum lainnya,” katanya.
Untuk rekayasa lalu lintas di sisi barat, kendaraan besar dari arah selatan (flyover Grogol), timur (Roxy), dan barat (Jalan Daan Mogot) menuju utara dialihkan melalui Jalan Daan Mogot-Jalan Pangeran Tubagus Angke.
Sementara kendaraan kecil dapat melintas melalui Jalan Hadiah-Jalan Hadiah 1-Jalan Hadiah 2-Jalan Prof Dr Latumeten Barat 3 atau melalui Jalan Dr Susilo I-Jalan Dr Muwardi I-Jalan Dr Muwardi II-Jalan Dr Muwardi-Jalan Semeru dan seterusnya. Adapun arus lalu lintas dari arah utara menuju selatan masih dapat melintas seperti biasa.
Sedangkan rekayasa lalu lintas di sisi timur dilakukan untuk kendaraan besar dari arah utara menuju selatan dengan pengalihan melalui putaran sebelum Season City-Jalan Prof Dr Latumeten-Jalan Pangeran Tubagus Angke-Jalan Daan Mogot atau belok kanan di simpang Jembatan Dua. Kendaraan kecil dapat melalui Jalan Semeru-Jalan Dr Muwardi-Jalan Dr Susilo I dan seterusnya atau melalui Jalan Dr Semeru I.
“Dukungan dan pengertian masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan Flyover Latumenten dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi warga Jakarta,” katanya.
Sebagai informasi, progres pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai 41,28 persen hingga pertengahan Mei 2026. Flyover ini dibangun dengan panjang sisi barat mencapai 435 meter dan sisi timur sepanjang 426 meter dengan lebar flyover 11 meter.