"Jadi, Giant Sea Wall itu yang menjadi bagian Jakarta, Jakarta yang akan tanggung jawab. Ada yang menjadi bagian pemerintah pusat, pemerintah pusat yang tanggung jawab. Saya berkonsentrasi yang menjadi bagian pemerintah Jakarta, yang awalnya 12 km sekarang ditambah menjadi 12, tambah 7 menjadi 19 km," ucap Pramono.
"Itulah yang menjadi tanggung jawab saya, tanggung jawab pemerintah Jakarta. Sehingga dengan demikian, perencanaan untuk pembiayaannya tentunya kami berkonsentrasi terhadap hal itu. Di luar itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menyoroti ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menyinggung tentang program Giant Sea Wall (GSW) dalam penutupan acara International Conference on Infrastructure (ICI) di JCC, Senayan, Jakarta Pusat hari ini.
“Saya ingin garis bawahi salah satu proyek infrastruktur yang sangat strategis, yang sangat vital bagi kita merupakan suatu mega proyek. Tapi harus kita laksanakan adalah giant sea wall, tanggul laut pantai utara Jawa,” kata Prabowo dalam sambutannya, Kamis (12/6).
Prabowo lantas mencari sosok Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung lantaran proyek GSW juga melibatkan Jakarta. Namun, Pramono tidak tampak hadir. Ia pun berseloroh untuk menyelidiki ketidakhadiran Pramono.