"Panjangnya akhirnya menjadi 12,2 tambah 2 kilometer menjadi 14,2 (kilometer). Stasiunnya menjadi 12. Kemudian ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih 2,7 triliun," tuturnya.
Pramono menjelaskan, keputusan itu diambil agar trase LRT Jakarta dari Velodrome ke Dukuh Atas dapat diselesaikan hingga tuntas. Setelah trase tersebut selesai, pihaknya akan mengembangkan jalur ke wilayah utara.
Sejalan dengan hal itu, Pramono mengatakan, pihaknya akan mengurus izin trase LRT Jakarta hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, bahkan sampai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pasalnya, saat ini izin trase LRT Jakarta baru sampai Ancol.
"Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 dan sampai dengan Soekarno-Hatta, rutenya, trasenya diselesaikan kemudian. Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol. Saya akan meminta, kebetulan Pak Budi, Kepala Dinas Perhubungan yang baru, untuk segera menyelesaikan trase dari Ancol, PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta," ujarnya.
Dia menilai, jika rencana itu sudah terlaksana, konektivitas transportasi di Jakarta akan lebih baik lagi. Apalagi, pihaknya juga memiliki rencana untuk membangun jalur MRT dari Balaraja ke Cikarang.
"Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan juga utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja-Cikarang, itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik. Itu yang kami putuskan," tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Velodrome ke Manggarai hingga pekan pertama Mei 2026 telah mencapai 92,67 persen. Ditargetkan, proyek itu akan rampung dan beroperasi pada Agustus 2026.