"Tema ini sangat relevan karena data, teknologi digital dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini," ujarnya.
Dia menambahkan, daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik. Ketersediaan talenta, inovasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik juga menjadi faktor penting.
"Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Pramono.
Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan pada berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mulai dari mobilitas perkotaan, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga pengendalian inflasi daerah.
"Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota. Contohnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, serta pemanfaatan teknologi oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen year on year," katanya.
Di sektor penanggulangan banjir, Pemprov juga mengoptimalkan sistem pemantauan berbasis CCTV yang terhubung dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta. Informasi dari sistem tersebut dapat diakses masyarakat melalui situs pantaubanjir.com dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat saat terjadi potensi banjir.