Selain transportasi, Manik juga menyinggung persoalan ekonomi seperti lapangan pekerjaan yang dinilai masih menjadi tantangan. Ia menyebut perlunya langkah konkret seperti penyediaan bantalan sosial bagi masyarakat terdampak pemutusan hubungan kerja.
“Kita tahu kondisi ekonomi kita hari ini cukup mengkhawatirkan dan kita berharap sebenarnya di Jakarta juga disediakan upaya-upaya, langkah-langkah konkret misalnya bantuan sosial untuk masyarakat yang kemudian diperkuat, atau bisa kita bilang bantalan sosial untuk masyarakat kalau seandainya mereka kena PHK dan lain sebagainya,” ucapnya.
Menurutnya, pelatihan kerja dan penguatan UMKM juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Timur, Fajar Agusta, mengatakan Rakorda diikuti perwakilan dari 10 kecamatan dan menjadi forum evaluasi program kerja selama setahun terakhir.
Ia menambahkan, pihaknya akan melanjutkan konsolidasi melalui rapat koordinasi kecamatan guna memastikan struktur organisasi di tingkat bawah rampung menjelang verifikasi partai pada 2027.
“Ya, setelah rapat koordinasi daerah ini kita ada namanya rapat koordinasi kecamatan. Nanti insyaallah karena kita memiliki 10 kecamatan kita akan memastikan juga bahwa struktur di kecamatan pun juga mulai rampung. Supaya kita bisa rapi dan diterima oleh KPU untuk mendaftarkan partai Perindo 2027 nanti,” katanya.