"Memang tidak ada kecurigaan saat itu. Jadi tidak ada yang menyangka dia gadungan. Saya masih mencari dia, karena dia sering tidak ada di rumah. Saya sudah ke rumahnya, dan menurut warga dia dicari banyak orang. Dari September 2020," ujarnya.
Menurutnya, pelaku dipercaya oleh rekan-rekannya karena mengaku sebagai auditor di Kemendagri dan memilik jaringan yang cukup luas. Apalagi pelaku pernah terlihat memakai seragam dinas dan mobil pelat merah.
Imam menuturkan, modus pelaku meminjam uang itu dengan mengiming-imingi akan mengembalikan pinjaman sebesar lima kali lipat nilai utang. Namun berulang kali ditagih, utang tersebut tak kunjung dibayar.
"Modusnya dia mengiming-imingi, mengembalikan pinjaman lima kali lipat. Dengan harapan bisa direimburse, tapi sampai sekarang belum ada. Ada beberapa kali transaksi, mulai Rp5 juta hingga Rp15 juta dan totalnya Rp160 juta dengan 18x transaksi," ujarnya.
Imam mengatakan, awalnya pelaku mengaku akan membayar utangnya pada 5 Januari 2021. Tetapi kemudian dibatalkan dengan sejumlah alasan. Pelaku kembali berjanji lagi akan membayar utang pada 25 Januari 2021. Tapi lagi-lagi pelaku berbohong.