"Bukan suara ledakan tapi bunyi prit gitu. Kalau dari gas kan ada bau gas," jelasnya.
Kontrakan yang terbakar merupakan bangunan lama. Jumlahnya sekitar 75 kontrakan. "Jadi ada kontrakan kecil 70 lebih. Hangus semua rata dengan tanah," tutur Sonia.
Sementara penghuni kontrakan, penjual nasi goreng Wahidin mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Dia mendatangi rumah Ketua RT untuk mengurus dokumen kependudukan yang terbakar.
"Ada sekitar 25 orang pedagang nasi goreng yang hunian rumah petakannya terbakar. Mereka ngontrak di situ bayar ada yang Rp200.000 sampai Rp300.000 per bulan," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 75 kontrakan dan 20 Rumah di Jalan Kota Bambu Raya, Palmerah, Jakarta Barat hangus terbakar, Minggu (17/3/2024). Kebakaran ini disebabkan korsleting lisrik.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sebesar Rp3,5 miliar. Jumlah warga terdampak kebakaran ini 20 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 60 jiwa/orang.