“Kami emak-emak merasakan itu, saya merasakan itu, emak sebelah saya merasakan. Jadi kami mendukung itu. Manfaatnya, saya punya anak asuh banyak, anak-anak kami, ketika MBG diberlakukan hari ini stunting sudah menurun,” kata Okta kepada wartawan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/6/2026).
“Dari sisi ekonomi, usia 50 mereka bisa dibantukan di MBG. Bekerja di MBG tanpa syarat,” ujarnya.
Dia juga mengaku mewajarkan jika hingga saat ini masih ada masalah di program tersebut. Menurutnya, saat ini pemerintah telah melakukan solusi.
“Kalau MBG ada masalah ya wajar lah ya. Kamu juga hidup punya masalah, saya punya masalah. Tapi bagaimana mencari solusi, bukan menghabisi masalah itu,” ujar dia.
“Setiap masalah pasti ada solusi, tapi tidak boleh merugikan. Pemerintah hari ini mengambil sikap luar biasa, ada pergantian kepemimpinan, lalu titik-titik dilihat langsung oleh pusat dan daerah,” tuturnya.
Berikut daftar tuntutan emak-emak yang mendukung Program MBG:
- Percepatan Pengesahan Undang-undang MBG
- Mempercepat undang-undang perampasan aset korupsi.
- Dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih
- Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.
- Dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dan proyek strategis nasional (PSN) dan menjaga persatuan bangsa melawan segala bentuk provokasi.
- Evaluasi terhadap pejabat yang tidak berkompeten dan tidak mendukung percepatan program pemerintahan atau pejabat bermuka dua.
- Dukungan terhadap berkelanjutan kepemimpinan Prabowo-Gibran.