Pandemi Covid-19, DPRD DKI Jakarta Dorong Inovasi Kurikulum kepada Siswa

Antara
Ilustrasi siswa belajar (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Wakil DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mendorong adanya inovasi kurikulum pendidikan di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) agar pemerintah tetap hadir dalam penyelenggaraannya secara merata, bermutu dan berkualitas. Proses belajar di rumah selama tiga bulan masa pandemi, dikhawatirkan berpengaruh buruk terhadap perkembangan peserta didik yang tak jarang dibiarkan begitu saja dengan dunia internet dengan minim pengawasan dari orang tua dan guru.

Zita mengusulkan beberapa solusi strategis untuk sektor pendidikan dalam masa normal baru, yakni, proses belajar secara daring dengan pendampingan dari guru bagi masyarakat yang memiliki akses gadget dan internet serta pengawasan orang dewasa dan inovasi kurikulum.

"Soal kampanye merdeka belajar, menurut saya, ini gagal paham, sangat salah. Karena sektor sosial seperti pendidikan dan kesehatan bukan pasar bebas seperti ekonomi. Pemerintah wajib hadir dalam penyelenggaraan pendidikan yang merata, bermutu dan berkualitas dengan inovasi kurikulum," ujar Zita di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Selain itu, dia juga mengusulkan belajar berjarak dengan mendatangkan guru ke rumah atau komunitas di lingkungan, seperti kantor RW, RPTRA dan lokasi umum lainnya.

"Belajar dengan jarak dibutuhkan bagi siswa yang tidak memiliki akses gadget dan internet. Kemudian untuk belajar di sekolah, di saat zona semua hijau. Ini juga tetap memerlukan inovasi kurikulum," ujarnya.

Dia juga menyarankan agar pemerintah memberikan diskon tarif provider untuk seluruh akademia, baik siswa, guru dan lainnya. Jika diperlukan, tarif provider itu digratiskan untuk mempermudah proses pembelajaran jarak jauh. Lalu pemerintah disarankan memberikan kemudahan biaya sekolah untuk sekolah swasta.

"Mas Menteri juga harus meningkatkan infrastruktur digital dengan membuat aplikasi belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta membuat bahan belajar seperti buku dan sebagainya melalui format pdf," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Sebut Banyak Belajar Ajaran Sukarno: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai

57 tahun lalu

Belajar Pakai AI, Ini Harus Diperhatikan agar Siswa Tetap Berpikir Kritis

57 tahun lalu

Belajar-Mengajar di Daerah Terdampak Bencana Sumatra Dimulai 5 Januari 2026

57 tahun lalu

Gibran Minta Anak-Anak Manfaatkan Listrik di Desa Hilisebua Nias: Kalau Malam Belajar yang Rajin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal