"Ini berbahaya karena di biota air di Jakarta diperkirakan sudah di atas 60% ikan sabu-sabu ini dan harus secara masif mulai dikurangi supaya normal kembali," tutur dia.
Pramono mengatakan aksi bersih-bersih ini akan dilakukan secara rutin dan diperluas. Dia juga akan menugaskan tim Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk menangani persoalan tersebut.
"Pasti akan dilakukan secara rutin dan diperluas. Karena tidak cukup hanya kemudian yang bersifat seremonial seperti ini. Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu. PPLH khusus untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu," tandas dia.