"Nah, dalam isu perdagangan karbon, hanya ada aksi mitigasi dan aksi adaptasi. Jadi kalau ada perubahan iklim, nggak boleh ada orang celaka gitu, kemudian orang harus beradaptasi terhadap perubahan itu. Saya kepikiran, di negara Pancasila kita tambah satu: mitigasi, adaptasi, dan prosperity," ujarnya.
Menurut Jumhur, dana yang dihasilkan dari perdagangan karbon seharusnya tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
"Nah, saya ingin uang-uang ini tidak dimanfaatkan oleh hanya kalangan elite, tapi bagaimana kaum marhaen yang ada di sana gitu, bisa ikut berbahagia," ujarnya.
Dia menambahkan, potensi perdagangan karbon di Indonesia secara keseluruhan mencapai ribuan hingga belasan ribu triliun rupiah dan diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.