"Yang bawa pedangnya dibawa juga. Ini (anggota polisi) dari Tangerang Kota, ada lima sampai tujuh orang bawa dua mobil. Tadi dia (pelaku) enggak mau dibawa, akhirnya kita bantu redakan dan langsung diamankan. Dugaannya sih terkait pengembangan (narkoba)," ucapnya.
Salah satu saksi mata yang juga warga sekitar, IN (40), menjelaskan, kejadian berlangsung pukul 12.15 WIB. Petugas berpakaian preman melontarkan tembakan peringatan.
"Keluarganya bawa pedang, ada yang pakai batu juga. Saya kan ngelihat dari atas, itu kejar-kejaran. Berapa kali bunyi tembakan ke atas. Akhirnya dikejar dapat, dua orang yang dibawa, yang satu itu mungkin pelaku terkait narkobanya, satu lagi keluarganya yang bawa pedang," katanya.
Dalam insiden itu seorang pedagang minuman berinisial Z (33) sempat menjadi korban salah sasaran oleh salah satu polisi. Pedagang itu diseret lalu dipukul beberapa kali karena dianggap bagian dari komplotan pelaku.
"Sempat dipukul karena saya spontan lari kan takut kenapa-kenapa karena ada yang teriak rampok-rampok juga. Saya lari terus dikejar, dipukul. Untung ada Pak Binamas nolongin saya," ucap Z.