KPAD Bogor Kunjungi Bocah yang Disekap dan Disetrika Ayah Tiri, Korban Trauma Psikis

Putra Ramadhani Astyawan
KPAD Bogor akan mengawal kasus kekerasan anak yang dianiaya ayah tiri hingga trauma. (Foto: iNews/Andi Ebha)

Menurutnya, KDRT ini seperti fenomena gunung es, hanya bagian ujungnya saja sedikit yang tampak tetapi ada begitu banyak kasus tidak terungkap di bawahnya. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan setiap kasus KDRT, terutama terhadap anak kepada penanggung jawab wilayah setempat seperti RT, RW, desa agar dapat diselesaikan dini mungkin sehingga tidak menimbulkan korban luka atau bahkan meninggal dunia. 

"KDRT fenomena gunung es, kenapa? Karena sedikit yang speak up. Padahal di bawahnya ada bongkahan raksasa yang belum terungkap. Ini karena korban kekerasan takut melapor dan diancam bahkan enggan melapor karena aib keluarga," ujar Andika.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
Megapolitan
18 jam lalu

Heboh Macan Tutul Turun Gunung, Masuk Permukiman Warga di Cisarua Bogor

Megapolitan
4 hari lalu

Heboh! Polisi Bongkar Produksi Uang Palsu Senilai Total Rp620 Juta di Bogor

Megapolitan
14 hari lalu

Jalur Puncak Diserbu Wisatawan Jakarta di Libur Lebaran, Ini 5 Titik Rawan Macet

Megapolitan
22 hari lalu

Mobil Pikap Tertabrak KRL usai Terobos Pelintasan di Parungpanjang, 3 Penumpang Loncat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal