KPAD Bogor Kunjungi Bocah yang Disekap dan Disetrika Ayah Tiri, Korban Trauma Psikis

Putra Ramadhani Astyawan
KPAD Bogor akan mengawal kasus kekerasan anak yang dianiaya ayah tiri hingga trauma. (Foto: iNews/Andi Ebha)

Menurutnya, KDRT ini seperti fenomena gunung es, hanya bagian ujungnya saja sedikit yang tampak tetapi ada begitu banyak kasus tidak terungkap di bawahnya. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan setiap kasus KDRT, terutama terhadap anak kepada penanggung jawab wilayah setempat seperti RT, RW, desa agar dapat diselesaikan dini mungkin sehingga tidak menimbulkan korban luka atau bahkan meninggal dunia. 

"KDRT fenomena gunung es, kenapa? Karena sedikit yang speak up. Padahal di bawahnya ada bongkahan raksasa yang belum terungkap. Ini karena korban kekerasan takut melapor dan diancam bahkan enggan melapor karena aib keluarga," ujar Andika.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
Megapolitan
9 hari lalu

Tanah Bergerak Landa Babakan Madang Bogor, 11 Rumah Rusak

Nasional
20 hari lalu

Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Fokus Perlindungan Perempuan-Anak

Health
2 bulan lalu

Perkuat Perlindungan Anak Sepanjang 2025, Ini Langkah Pemerintah 

Seleb
2 bulan lalu

Nahas, Aya Alami Trauma Berat usai Diduga Diselingkuhi Yuka dan Jule

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal