Kisah Jenderal Polisi Kepung Markas Ormas gegara Anak Buahnya Dilempari Batu

Thomas Pulungan
Komjen (Purn) Unggung Cahyono saat menjabat Kapolda Metro Jaya. (Foto Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Komjen (Purn) Unggung Cahyono dikenal tegas dan tidak kenal kompromi. Ketika dia menjabat Kapolda Metro Jaya pada 2014-2015 bertekad memberantas premanisme di Jakarta, termasuk kelompok-kelompok yang berbuat onar.

Menariknya, Akpol lulusan 1985 itu berani mengepung markasormas Front Pembela Islam (FPI). Saat itu suhu politik Jakarta cukup tinggi jelang Pilpres 2014.

Penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menduduki kursi DKI 1 cukup kencang. Adalah ormas FPI yang kala itu bersuara lantang menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta.

Kala itu Ahok menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden pada 2014 lalu. FPI terus melakukan demonstrasi untuk menjegal Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi. 

Puncaknya, pada 3 Oktober 2014 atau tak lama jelang pelantikan Jokowi menjadi Presiden, FPI menggelar demonstrasi besar-besaran di Gedung DPRD DKI hingga Balai Kota. Demo FPI itu pun berakhir ricuh.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Abdul Talaohu Sebut Ade Armando Punya Motif Jahat usai Sebarkan Potongan Video Ceramah JK

57 tahun lalu

Hercules Ngaku Pernah Didatangi Jenderal dan Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

57 tahun lalu

Pramono Wanti-Wanti Ormas Jangan Paksa Minta THR ke Pengusaha

57 tahun lalu

Dipalak THR Lebaran oleh Ormas? Lapor ke 110

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal