Selain normalisasi kali dalam upaya pengendalian banjir di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pengerukan Banjir Kanal Barat pada segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pengerukan tersebut dinilai penting karena Banjir Kanal Barat merupakan pertemuan antara Kali Ciliwung dan Kali Krukut.
"Dilakukan pengerukan untuk yang beberapa hari yang lalu di pertemuan antara Ciliwung dan Krukut itu juga menjadi sumber apa, air tidak bisa segera turun ke laut," kata politisi PDIP tersebut.
Selain itu, pihaknya juga akan mengeruk 178.000 meter kubik di Banjir Kanal Barat, yang ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.
"Maka dengan demikian saya sudah menyetujui kurang lebih 178.000 kubik yang mudah-mudahan akan diselesaikan dalam satu tahun ini dikeruk," ucapnya
Sebelumnya, viral di media sosial unggahan akun Instagram @ombrill menampilkan kondisi Kali Ciliwung yang memprihatinkan. Video tersebut memperlihatkan tumpukan lumpur, sampah, hingga ilalang yang memperparah kondisi aliran sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin langsung menerjunkan jajarannya untuk melakukan pengerukan sedimentasi di aliran sungai yang berada di Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng.
"Menindaklanjuti adanya laporan masyarakat, bersama jajaran kami melakukan penanganan sedimentasi di Kali Ciliwung wilayah Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng," tulis Arifin dalam unggahan akun Instagram pribadinya, @arifinofficial_.