"Korban luka ada tiga itu, di Rumah Sakit Ananda. Sementara satu orang di RS Primaya Timur," katanya.
Salah satu saksi kebakaran, Muhammad Kojin (47), mengatakan, kebakaran itu diawali dengan suara ledakan di kawasan pabrik. Dia yang berprofesi sebagai sopir saat kejadian sedang menunggu antrean untuk membongkar muat barang.
Karena mendapatkan antrean terakhir, Kojin menunggu di sebuah warung makan di depan perusahaan tersebut. Dia belum sempat masuk.
"Saya masih nunggu teman saya keluar, karena lama saya istirahat dulu untuk makan," kata Kojin kepada wartawan, Jumat (1/11/2024).
Setelah makan, setengah jam kemudian dia mendengar suara ledakan. Bersamaan dengan ledakan itu, udara terasa panas di sekitarnya.