Jakarta Barat dan Jakarta Selatan berkategori awas, sedangkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat berstatus waspada.
Dalam situs tersebut, angka insiden DBD di Jakarta Barat mencapai 12,2 dan Jakarta Selatan mencapai 11,2.
Kemudian Jakarta Pusat menjadi wilayah terendah dengan angka insiden DBD 4,5. Jakarta Utara memiliki angka insiden 5, dan Jakarta Timur 8,9.
Peringatan dini berbasis iklim yang dibuat BMKG bersama dengan Pemprov DKI Jakarta juga didasarkan pada curah hujan dan kelembapan udara yang memengaruhi perkembangan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.