JAKARTA, iNews.id - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sebanyak 22.617 warga pindah ke luar Jakarta. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pendatang baru yang masuk ke Jakarta.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengungkapkan sebanyak 12.766 pendatang baru usai Lebaran 1447 H/2026 M dalam pendataan yang berlangsung 25 Maret sampai 30 April 2026. Dia mengatakan salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah respons masyarakat terhadap Program Penataan dan Penertiban Dokumen Kependudukan Sesuai Domisili.
“Banyak warga yang sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, namun masih menggunakan KTP-el Jakarta. Melalui program ini, mereka melakukan penyesuaian administrasi kependudukan agar sesuai dengan domisili sebenarnya,” ujar Denny, Selasa (5/5/2026).
Denny menjelaskan, fenomena tersebut mencerminkan terjadinya deurbanisasi di Jakarta saat penduduk mulai berpindah dari wilayah pusat kota menuju kawasan penyangga. Dia menilai, kondisi ini tidak berarti Jakarta kehilangan daya tarik, melainkan pergeseran pola hunian dan aktivitas ekonomi.
“Selain itu, faktor lain yang mendorong fenomena ini adalah biaya hidup di Jakarta yang semakin tinggi membuat banyak warga memilih untuk bergeser ke kota penyangga seiring dengan munculnya pusat-pusat industri dan ekonomi baru di luar Jakarta,” katanya.