Syafrin memastikan seluruh kendala tersebut akan ditindaklanjuti bersama tim kerja HBKB lintas perangkat daerah. Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan payung hukum sebagai dasar pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said.
“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” katanya.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan CFD di koridor Rasuna Said memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi penyediaan ruang publik maupun kualitas lingkungan. Menurutnya, keberadaan CFD di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat di tengah kota.
“Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” ucapnya.
Dia menambahkan, keberadaan CFD di Rasuna Said turut mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin. Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 atau berkurang sekitar 52,97 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” katanya.