Lebih lanjut, Chico mengungkap hasil investigasi yang dilakukan tim keselamatan internal. Fokus perbaikan yang akan dilakukan adalah penguatan aspek human factor pramudi.
"Terutama terkait penguatan pelatihan yang akan dilakukan melalui Transjakarta Academy dan penguatan proses Fit To Work (FTW) untuk memastikan semua pramudi dalam kondisi fit saat bekerja," ungkapnya.
Diketahui, bus Transjakarta bernomor polisi B 7036 TGX milik Perum DAMRI menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Sabtu (6/9/2025).
Kemudian, bus Transjakarta milik operator Steady Safe dengan nomor bodi SAF 079, yang tengah melayani koridor 3 mengalami kecelakaan adu banteng dengan truk engkel di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/9/2025).
Terbaru, bus Transjakarta milik operator Steady Safe atau SAF 045 menabrak empat ruko dan rumah dekat Stasiun Cakung, Jakarta Timur pada Jumat (19/9/2025) pagi. Akibatnya, enam orang luka-luka.