Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.
"Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi," ujarnya.
BMKG juga mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.
"Namun, hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional," kata Guswanto.
Sebelumnya, kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.