5 Alasan Penting Nyamuk Wolbachia untuk Cegah DBD dan Aman terhadap Manusia

Carlos Roy Fajarta
Ilustrasi nyamuk wolbachia untuk mencegah DBD dan aman ke manusia. (Foto: Ist)

Wolbachia disebut Ngabila aman untuk manusia (karena tidak bisa hidup di tubuh manusia). Tidak dilakukan rekayasa genetik dan wolbachia merupakan bakteri alami pada serangga. Bakteri ini juga ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem atau keseimbangan dengan makhluk hidup lain.

"Justru kalau kasus DBD terus meningkat, dilakukan fogging ini berpotensi nyamuk dan virus mutasi dan serangga lain ikut terganggu," katanya.

"Wolbachia ini vaksinasi untuk nyamuk aedes aegepty, dari yang tadinya nyamuk jahat pembawa virus DBD, jadi nyamuk baik yang nggak bawa virus DBD. Aman deh kalau gigit manusia, gak bikin sakit. Bentol doang kayak nyamuk kebon," ucapnya lagi.

Meskipun sudah 78 tahun Indonesia merdeka, Ngabila sangat sedih masih banyak warga terutama anak sakit dan meninggal karena DBD.

"Wolbachia inovasi menurunkan kasus dan kematian DBD karya anak bangsa dan berbasis data hasil penelitian internasional yg terbukti. Riset dan data dibantah jangan dengan narasi sesat, asumsi, provokasi tanpa bukti," ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Studi UGM: Beban Ekonomi DBD di Indonesia Tembus Hampir Rp9 Triliun

4 hari lalu

Fakta Mengejutkan! Pasien DBD Butuh Waktu Pulih hingga 2 Pekan, Biaya Terus Bertambah

4 hari lalu

Studi UGM: Sakit DBD Bisa Habiskan Biaya hingga Rp5,6 Juta bagi Pasien Tanpa BPJS

4 hari lalu

Meski Punya BPJS Pasien DBD Masih Rogoh Kocek hingga Rp1,3 Juta, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal