Zelensky: Ukraina Bergantung pada Trump Akhiri Perang dengan Rusia

Anton Suhartono
Ukraina menaruh harapan besar kepada Presiden Donald Trump untuk membuka jalan menuju perdamaian (Foto: AP)

“Saya mengharapkan kerja sama aktif lebih lanjut dengan Amerika Serikat dan dengan Presiden Trump. Banyak hal bergantung pada Amerika, karena Rusia sangat memperhatikan kekuatan Amerika,” kata Zelensky.

Dengan kata lain, Kiev melihat bahwa hanya AS, dan Trump sebagai aktor politik utama, yang memiliki pengaruh cukup besar untuk mendorong Moskow menerima kesepakatan damai yang layak bagi Ukraina.

Pembicaraan AS-Rusia Menguatkan Harapan Kiev

AS tampaknya juga mulai menggerakkan diplomasi tingkat tinggi. Washington melakukan pembicaraan dengan pejabat Rusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Selasa (25/11/2025). Langkah ini memberi sinyal bahwa negosiasi telah memasuki fase yang lebih serius, sesuatu yang sangat dibutuhkan Ukraina di tengah kelelahan perang, krisis ekonomi, dan tekanan politik dalam negeri.

Zelensky sebelumnya sudah menyampaikan kepada negara-negara sekutu bahwa Ukraina siap bergerak menuju perdamaian berdasarkan versi terbaru dari proposal AS tersebut. Namun dia tetap mengingatkan adanya poin-poin sensitif yang harus dibahas secara hati-hati.

Siap Bertemu Trump, Ajak Eropa Turut Menjamin Keamanan

Zelensky mengatakan dirinya siap bertemu langsung dengan Trump untuk membahas isu-isu paling kritis dalam kerangka perdamaian. Dia juga menegaskan Eropa tidak boleh berada di pinggir pembicaraan.

“Kerangka kerja yang dikembangkan oleh tim kami di Jenewa sudah dibahas, dan kami siap bergerak maju bersama Amerika Serikat, dengan keterlibatan langsung Presiden Trump, dan dengan Eropa,” ujarnya.

Presiden Ukraina juga mendesak para pemimpin Eropa untuk aktif dalam negosiasi, mengingat keputusan akhir atas keamanan dan stabilitas kawasan tidak hanya berdampak pada Ukraina, tetapi juga pada seluruh benua.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal